Sudah 12 Orang Tewas Di Pulau Ambon

Kompas.com - 03/08/2012, 16:57 WIB

AMBON, KOMPAS.com -  Longsor yang terjadi di sejumlah wilayah di Pulau Ambon, Maluku pada Rabu (1/8/2012) menyebabkan 12 orang meninggal dunia. Adapun bencana banjir yang juga terjadi pada hari yang sama, tidak menimbulkan korban jiwa.

Kepala SAR Ambon Dodi Haryanto usai melaporkan nama-nama korban tewas akibat bencana di Ambon pada rapat dengan Gubernur Maluku Karel Albert Ralahalu, Jumat (3/8/2012), mengatakan, longsor yang terjadi di Pulau Ambon terjadi di Kota Ambon dan wilayah Kabupaten Maluku Tengah.

Di Ambon, longsor yang memakan korban jiwa itu terjadi di kawasan Passo, Kebun Cengkeh, dan Negeri Lama dengan jumlah warga yang tewas sebelas orang. Adapun di Maluku Tengah, terjadi di Tengah-Tengah dengan korban satu meninggal dunia.

Berikut nama-nama korban yang tewas akibat longsor :

1. Corneles Lasol

2.Dica Lasol

3.Christina Soulisa

4.Hengky Soulisa

5.Salma Maruapey

6.Rita Pesulima

7.Desi Batimulik

8.Marta Prily

9.Samsudin Huri  

10. Anastasia Huri

11. Said Latukau

12. Ahmad Malawat

Tewasnya 12 warga Ambon ini menambah banyak warga Ambon yang tewas karena longsor. Longsor pada 27 Mei 2012 di Karang Panjang dan Kuda Mati memakan korban delapan orang tewas. Kemudian tanggal 19 Juni 2012, sebelas warga Karang Panjang juga tewas karena longsor. Sementara pada tanggal 16 Juli, seorang warga Wayame juga tewas akibat longsor.

 

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau